Akar Bhumi Indonesia
  • Beranda
  • Tentang Akar Bhumi
  • Pohonku
  • Tiga Elemen ABI
    • Edukasi
    • Advokasi
    • Konservasi
  • Berita Hijau
    • Artikel
    • Berita
Select Page
Alih Fungsi Kawasan Hutan Lindung Panaran Secara Ilegal Mengancam Ekosistem dan Nelayan

Alih Fungsi Kawasan Hutan Lindung Panaran Secara Ilegal Mengancam Ekosistem dan Nelayan

by Tim Akar Bhumi | Feb 1, 2026 | Advokasi

Akar Bhumi Indonesia (ABI) menyampaikan temuan lapangan terkait dugaan aktivitas ilegal berupa pematangan lahan yang diduga telah memasuki kawasan Hutan Lindung Panaran dan mencemari kawasan estuari di sekitarnya. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan...
Nelayan Tanjung Piayu Kehilangan Mata Pencarian, Negara Kehilangan Hutan Lindung

Nelayan Tanjung Piayu Kehilangan Mata Pencarian, Negara Kehilangan Hutan Lindung

by Tim Akar Bhumi | Jan 29, 2026 | Advokasi

Nelayan Kampung Tua Tanjung Piayu dan Kampung Tua Setengar menyatakan keberatan atas aktivitas pemotongan bukit dan reklamasi yang dilakukan oleh pengembang di wilayah pesisir mereka. Cut and fill itu diketahui berlangsung dengan jarak sekitar 300 meter dan 20 meter...
Kerusakan Lingkungan di Batam dan Studi Kasus Advokasi Akar Bhumi Indonesia

Kerusakan Lingkungan di Batam dan Studi Kasus Advokasi Akar Bhumi Indonesia

by Akar Bhumi Indonesia | May 30, 2021 | Berita

Kerusakan lingkungan khususnya hutan mangrove di Kota Batam, Kepulauan Riau, terus terjadi dari waktu ke waktu. Pengrusakan hutan mangrove itu umumnya dilakukan dengan cara menimbun pohon bakau sedikit demi sedikit, setelah sebelumnya memangkas sebuah bukit untuk...

Recent Posts

  • Reklamasi Ilegal dan Penyempitan Sungai Bengkong Terus Berlanjut,Masyarakat Desak Pemerintah Bertindak Tegas
  • Penderitaan Warga Kampung Tua Panau Dibalik Investasi PT Blue Steel Industries
  • TPA Telaga Punggur Terbakar, Ancam Kesehatan dan Lingkungan
  • Peran mangrove atasi perubahan iklim di Batam
  • Nelayan Desak Hentikan Reklamasi Ugal-Ugalan di Bengkong

Recent Comments

    © Akar Bhumi 2025 | Dikembangkan dengan Gembira